Taman-Nasional-Ujung-Kulon

Melihat Hewan Eksotis Asli Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon

Taman Nasional Ujung Kulon di ujung barat Pulau Jawa ternyata menyimpan pesona alam yang eksotis tiada tara. Di sini Anda bisa melihat aneka hewan liar yang hidup bebas. Mulai dari banteng, elang, merak, semuanya ada!

Perkembangan populasi yang terus meningkat di Pulau Jawa bagian barat, termasuk Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta, semakin menggerus habibat hewan-hewan eksotis tropis Asiatis. Hingga akhirnya tersisa beberapa konsentrasi habitat yang dijadikan taman nasional, salah satunya adalah di Ujung Kulon.

Terletak di Provinsi Banten bagian barat, Taman Nasional Ujung Kulon dapat ditempuh 5 jam dari Jakarta. Berpetualang di Ujung Kulon, wisatawan diarahkan menuju Pulau Peucang, dengan menggunakan perahu motor selama 3 jam perjalanan dari Kecamatan Sumur.

Kawasan inilah yang menyuguhkan hewan-hewan eksotis tropis yang hidup dengan liar. Namun dapat sesekali menunjukkan diri dengan manusia. Hewan yang terdapat di Pulau Peucang yaitu Rusa (Peucang dalam Bahasa Sunda), Biawak, Babi hutan, dan Monyet ekor panjang.

Masih di Pulau Peucang, jika Anda ingin merasakan suasana petulangan yang berbeda, masuklah ke dalam hutan dengan panduan petugas taman nasional untuk menuju Karang Copong. Kita akan dapat melihat beberapa hewan liar di dalam hutan lebat dan pepohonan yang besar.

Menyeberang persis di depan dermaga Pulau Peucang, kita akan menjumpai padang rumput gembala Cidaon. Padang rumput di tempat ini cukup luas, Jika datang sore hari kita akan menemukan hewan-hewan khas Jawa di sana.

Banteng Jawa menjadi salah satu primadona di sana. Sang Jantan akan diiringi oleh beberapa betina pada saat merumput. Selanjutnya terdapat kawanan merak yang senang memamerkan buntutnya yang indah.

Jika kita memperhatikan langit, maka kita akan dapat melihat burung Camar yang terbang mencari ikan. Anda sesekali juga akan melihat Elang Jawa melayang rendah untuk mendapatkan mangsanya.

Walaupun ikon di Taman Nasional Ujung Kulon adalah Badak Sunda, akan tetapi hewan ini akan sangat sulit ditemui, karena kuantitas yang sangat sedikit. Namun, traveler akan dibuat takjub dengan hewan-hewan lain yang hidup bebas di sana.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *